Monday, January 22, 2007

Menikah


Setelah perjalanan panjang itu...akhirnya aku dan AB mengalami hari istimewa itu.
Alhamdulillah...terima kasih ya Allah...semoga dengan niat suci dan tuntunan-Mu, kami bisa mewujudkan keluarga Sakinah, Mawadah, Warohmah. Amien.

Friday, December 22, 2006

Temen2 yg dah married bilang ke aku..."Non, hati2 ya, kalo masa2 menjelang pernikahan itu adaaa aja cobaannya, kamu yang tabah + kuat ya".
Aku selalu tersenyum dan mengangguk meski dalam hati aku bertanya "Apa benar? Apakah akan lebih berat dari perjalananku selama ini untuk menuju kepastian akan datangnya hari-H itu?"
Memang aku denger banyak hal yg biasanya menjadi batu ujian...yg akan menentukan apakah hari-H itu akan terjadi ato tidak. Misalnya ada yg tiba2 sakit, kekasih2 lama muncul kembali, konflik yg tiba2 dengan pasangan, dll.
Bagaimana denganku? Ternyata setelah perjalanan yg bisa dibilang cukup sulit itu aku masih mendapat ujian2 dari-Nya. Bapak-ku sakit, kakinya kena virus..yg kalo diliat sepertinya sepele, tapi musti dioperasi utk ambil kulit yg terkena virus itu, dua2nya...belum lagi kuku jempol kakinya uga musti dicabut gara2 terkena kaki meja. Sedih rasanya, ortuku benar2 repot mengurus segala macem persiapan untukku...tapi Bapak sakit. Setelah operasi karena nggak mau istirahat total (dengan alasan pekerjaan di rumah+persiapan acaraku) darah di kaki Bapak masih sering keluar, sampai tadi malem! Ya Allah...tolong sembuhkan Bapak, kasian Bapak...sekarang kemana2 musti pake tongkat. Belum lagi Mas-ku yg ribut terus menanyakan apakah undangan dah dikirim, apakah sodara2 akan datang? dsb...dsb...Aku kadang pengin marah...tapi lebih banyak sedih, kenapa kakakku itu begitu ngebela2in sodara2ku lebih2 daripada kedua ortuku yg juga ortunya? OK...aku tau alasannya tapi bagiku itu bukanlah alasan dan bener2 keterlaluan. Seperti apapun orang tuaku, jika mereka dihina/disalah2kan maka aku akan membela mereka mati2an. Singkat kubilang kepada kakakku itu "Yang penting aku udah undang mereka, masalah mereka mau datang ato enggak itu terserah mereka!" Sembari aku bersyukur untung aku kirim undangan2 itu pake kurir kantor, jadi ada bukti pengirimannya. Karena bisa aja sodara2ku itu bilang aku nggak kirimin mereka. dsb, dsb. Maaf! aku nggak peduli dan aku juga nggak pernah merasa bahwa mereka peduli padaku utk hal yg positif, jadi terserah aku yang penting aku bisa membahagiakan dan menghormati orang tuaku.
Itu dari keluargaku. Dari luar? Mantanku tiba2 berkirim email dan mengucapkan selamat dengan penuh kata2 sok puitis (heran...sejak masa2 akhir kita dulu dimana aku selalu menggunakan puisi2ku dia juga latah...hehe..), dan...aku bikin kesalahan fatal dalam menghadapinya...apa yg aku lakukan bener2 tidak disukai oleh Abang. Dia marah...bener2 marah. Dia bingung karena aku berkali2 menurutnya melakukan kebodohan yg sama, aku berlaku terlalu baik kepada orang2 yg sebenarnya tidak baik padaku, aku menerima suatu hal yg menurutnya sebuah ejekan ato penghinaan dengan berpikir bahwa itu suatu gurauan ato suatu kebaikan.
Ya...kadang aku memang terlalu naif, aku nggak mau berpikir jelek mengenai seseorang kecuali sudah jelas jahat padaku (meskipun kalo dia dah minta maaf pasti aku mudah sekali utk berbaikan...). Abang memang terlalu sayang padaku...dia sangat menjagaku...dia nggak mau aku disakiti, dihina, ato diejek oleh siapapun juga, baik hal itu aku sadari atopun sama sekali tidak aku sadari. Cuma Abang orang yg keras yg justru suka bikin aku nangis karena bingung dengan kekesalannya itu dan aku masih sulit melihat dimana letak kebodohan2ku. Tapi aku mulai belajar...aku tau Abang benar...dan aku terlalu naif sehingga sering tak sadar dimanfaatkan orang2, tak sadar sudah diejek, bahkan disakiti oleh seseorang.
Ah...sudahlah....yang ada sekarang aku hanya berdoa dan berdoa..memohon perlindungan dan kekuatan dari Allah SWT.

Thursday, December 21, 2006

Undanganku...





Friday, November 24, 2006

Pengin Marah!

"GILAAAA....!"
Hiks...prasaan dulu di cabang kerja ampe jam 2 pagi ato sampai gak tidur berasanya gak seberat ini deh!
Pengin marah jadinya...tapi ama siapa? 3 hari kerja ampe pagi mlulu di kantor...dah hampir ribut terus ama AB. "Sorry Cin...aku tau kamu bingung mikirin aku yg punya fisik lemah ini. Makasih dah diperhatiin...dan bener2 sorry dah bikin Cinta musti jemput aku tengah malem/pagi2 di kantor. Hiks..."

Yang paling bikin kesel kalo' ada orang2 yg komentar..." Idih..ngapain seh kok ribet amat? sok sibuk? padahal RUPS kan cuman sebentar doank?!"
Whooooaaaa...please dech! bagi yg otaknya gak pada nyampe mending gak usah komentar! Buat sodara2 yg tau bagaimana proses pelaksanaan Right Issue suatu perusahaan Go Publik pasti akan merah padam dan keluar tanduknya denger komentar begitu. Rasanya pengin nabok tau!

Hiksss....kerja lagi....

Friday, November 10, 2006

Kurang 2 bulan...

Kurang dari 2 bulan lagi aku akan memasuki babak baru dalam perjalanan hidupku. Hmmm…waktu yang sudah tidak lama lagi. Siapkah aku? Insya Allah dengan membaca Basmallah semoga langkah2ku selalu dalam perlindungan-Nya.
Banyak yg musti disiapin menjelang hari itu, apalagi ini adalah yang pertama dan terakhir keluargaku mengadakannya…temen2 dekatku pasti tahu mengapa. Ya…karena 2 orang kakak-ku tidak mengalaminya, mereka memilih melaksanakannya tanpa orang tua-ku..;(
Tapi Alhamdulillah sekarang keluarga bisa berkumpul kembali dan semua mendukungku…meski aku sempat diledek karena acara yg seharusnya menjadi acaraku sepertinya dikuasai dan dinobatkan menjadi acara orang tua-ku…khususnya Bapak..;)
Tapi aku dan AB memaklumi dan sangat menyadarinya…kami berdua tidak mau terlalu cerewet, yang kami utamakan adalah doa dan restu mereka dan biarlah mereka menikmati kebahagiaan sesuai keinginan dan angan2 mereka selama ini.
Jadi…alhasil meski kurang dari 2 bulan lagi tapi aku nggak (belum?) terlalu ribet memikirkannya…semua sudah dihandle di rumah…semua sudah dipesan…acara sudah ditetapkan.
Ada yg menarik dari acara ini…hari pelaksanaan yang di tengah2 minggu sempat membuatku pusing dan berusaha untuk merubahnya tetapi sekali lagi Bapak menerangkan alasan2nya dengan memasukkan nilai2 filosofis, spiritual dan kebudayaan di dalamnya, dan akhirnya kembali aku dan AB menyerah…;)..(Bapak…tuh primbon bener2 bikin anakmu ini pening! Hehe…)
Tidak hanya itu tetapi mengenai pakaian yang akan kami kenakan…akhirnya aku pasrah pada keinginan Ibundaku tercinta. Ya Allah, aku yakin Engkau Maha Mengerti dan Maha Pengampun, aku hanya ingin melihat senyum bahagia terkembang di wajah Ibundaku.
Mengenai biaya? Ini pasti yg bikin pusing semua orang yg akan menghadapinya…;)…banyak cerita mengenainya…tepi semoga hal ini akan menjadi kenangan indah yang akan tetap merekatkan aku dan AB dalam perjalanan kami nanti. Amien
.

Thursday, November 09, 2006

Munajat Perjalanan Cinta


Bismillaahirrahmanirrahiim…
Ya Allah…kami mulai langkah-langkah kami waktu itu
dengan penuh harap memohon pada-Mu
menunjukkan dan menuntun kami kepada ridho-Mu

Bismillaahirrahmanirrahiim…
Ya Allah…kembali kami bermunajat pada-Mu
Ketika telah Engkau tunjukkan kami jalan-Mu
Dan akan kami langkahkan kaki kami menuju kesana

Ya Allah Ya Raab…
Ijinkan kami memohon
Tuntunan dan bimbingan disetiap langkah kami
Ijinkan kami meminta
Rahmat dan hidayah disepanjang perjalanan kami

Ya Allah Ya Raab…
Kami berharap untuk dapat memenuhi perjalanan kami
dengan segenap cinta karena cinta-Mu
dengan kasih sayang karena ibadah kepada-Mu
dengan kesabaran hati karena rasa syukur pada-Mu

Ya Allah…Ya Raab…
Perkenankan kami…
Dengan perjalanan ini kembali pada-Mu

Ketika kami telah bersatu, maka…
Dalam setiap tarikan napas kami…
Dalam setiap sujud kami…
Dalam setiap langkah kami…
Semoga kami tak lupa bersyukur pada-Mu Ya Allah
Semoga kami tak lalai bertawadhu pada-Mu Ya Raab
Dan menjadikannya penjaga cinta kami pada-Mu. Amien.


Jakarta, September 2006

Thursday, August 10, 2006

Langkah itu...

Sudah lama nggak nulis…pas pengin tiba2 kerjaan numpuk…pas lumayan longgar eh males..hehe..

Sudah 4 bulan sejak langkah –langkah kecil aku mulai…hmmm…tidak berasa dan hasilnyapun benar2 tidak disangka. Sungguh…sekali lagi aku rasakan kekuatan doa. Doa2ku benar2 didengar oleh-Nya dan diberikan-Nya jawaban pada saat2 yang tepat.
Setelah 4 bulan itu sekarang aku mulai menapaki vase lain dalam hidupku…hmmm….sebenarnya pernah aku merasakannya tapi berakhir tidak sesuai harapan…;) sehingga aku harus memulai lagi dan mengalaminya lagi.
Pertengahan Agustus ini aku pulang…dan aku akan menjalani lagi saat2 yg pernah aku alami lebih dari 3 tahun yll. Tapi kali ini beda…kali’ ini aku gak mau lagi seperti dulu, gak mau lagi banyak keribetan dengan banyak keterlibatan orang2 dan syukurlah orang2 mau mengerti.
Aku…aku dan AB kadang masih terheran2 dengan kondisi ini…kadang kita masih dalam kondisi mengambang dan seperti tidak mengerti apa yg akan terjadi, tapi tiba2 kemudian kami dibuat kaget, tidak percaya bahkan pernah begitu terpesona dengan semua yg kemudian kami alami, mulai dari kata2 yg keluar begitu indah dan menjanjikan sampai senyum tulus dari orang2 yg dulu …dulu di awal langkahku begitu aku sangsikan akan terjadi.
Alhamdulillah…berkali2 kami ber2 berucap syukur kepada-Nya. Langkah ini sudah mulai menuju kepastian ….tapi kami tetap akan terus panjatkan doa2 mengharap langkah ini tak akan berhenti dan terus berjalan dalam Ridho-Nya. Amien.